Friday, February 23, 2018

UAS Etika dan Profesi Guru


SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
AL-MUSADDADIYAH GARUT
Jalan Mayor Syamsu No. 02 Tarogong Kidul Garut

 

Nama              : Abdul Mu’min                                  Matkul            : Etika dan Profesi Guru       
NPM                : 14210004                                          Dosen              : Dra. Hj. Yies Sa’diyah, M.Pd
Kelas/Smt        : PAI-A/6
 


JAWABAN No. 1

A.    Pengertian Etika dan Kode Etik Guru Profesional
Etika berasal dari bahasa yunani yaitu kata “ethos” yang berarti suatu kehendak atau kebiasaan baik yang tetap. Yang pertama kali menggunakan kata-kata itu adalah seorang filosof Yunani yang bernama Aris Toteles ( 384 – 322 SM ).
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Etika / moral adalah ajaran tentang baik dan buruk mengenai perbuatan, sikap, kewajiban dan sebagainya.
Dari pengertian di atas, disimpulkan bahwa Etika merupakan ajaran baik dan buruk tentang perbuatan dan tingkah laku ( akhlak ). Jadi, Etika membicarakan tingkah laku manusia yang dilakukan dengan sadar di pandang dari sudut baik dan buruk sebagai suatu hasil penilaian.
Kode etik adalah sistem norma, nilai dan aturan profesional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi profesional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik agar profesional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak profesional.

B.     Hubungan Etika dan Hak Asasi Manusia
Perhatian dan tidak dapat dipisahkan dari memuliakan dan menghargai semu orang dan sesuai dengan HAM, meliputi perhatian pada determinasi diri, memelihara partisipasi, melayani dan mengidentifikasi orang, dan mengembangkan kekuatan. Hubungan etika dengan HAM yaitu etika merupakan sebuah aturan yang dijalankan melalui kode etik untuk menentukan nilai yang baik. Dan hubungnnya dengan HAM bahwa ketika etika sudah berlangsung secara baik, maka akan dapat mewujudkan sebuah perlakuan terhadap HAM dengan baik.

JAWABAN No. 2

A.    Kemampuan dan sikap yang harus dimiliki Profesional Pendidikan
Tugas guru sebagai profesi meliputi mendidik, mengajar dan melatih. Mendidik adalah mengembangkan segi afektif atau nilai-nilai hidup kepada para siswanya. Mengajar berarti meneruskan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (kognitif) sesuai dengan kemajuan zaman. Sedangkan melatih berarti mengembangkan potensi keterampilan-keterampilan pada siswa (psikomotor).
Ada beberapa kemampuan dan sikap yang harus dimiliki guru dalam melaksanakan tugasnya:
1.      Menguasai Kurikulum
Kurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat penting dalam keseluruhan kegiatan pendidikan. Kurikulum adalah pemandu program belajar mengajar, pelaksanaan dan hasil belajar yang hendak dicapai. Tanpa berpegang pada kurikulum, maka proses belajar mengajar tidak memiliki arah dan tujuan.
2.      Menguasai Materi
Sebagai pengajar, guru hendaknya menguasai bahan atau materi pelajaran yang akan diajarkan serta senantiasa mengembangkan dan meningkatkan kemampuannya. Karena itu sebenarnya guru sendiri adalah seorang pelajar yang belajar secara terus-menerus. Guru adalah tempat menimba ilmu bagi para siswanya. Sebagai pengajar ia harus membantu perkembangan anak didiknya untuk memahami, dan menguasai ilmu pengetahuan.
3.      Menguasai Metode dan Teknik Penilaian
Seorang guru akan dapat melaksanakan tugasnya dengan baik bila ia menguasai dan mampu melaksanakan keterampilan mengajar dengan menggunakan metode yang sesuai dengan pelajaran, tujuan dan pokok bahasan yang diajarkannya.
Penilaian merupakan bagian yang tak terpisahkan dari proses belajar mengajar. Penilaian bertujuan untuk memberikan umpan balik bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar maupun bagi siswa sendiri dan orang tua siswa, penilaian bermanfaat untuk mengetahui kemajuan belajar siswa.
4.      Komitmen Terhadap Tugas
Ciri pokok profesionalisme adalah apabila seseorang memiliki komitmen yang mendalam terhadap tugasnya. Kecintaan terhadap tugas diwujudkan dalam bentuk curahan tenaga, waktu, dan pikiran. Profesi guru sangatlah berlainan dengan profesi lainnya, karena pekerjaan guru menyangkut pertumbuhan, perkembangan fisik dan intelektual seorang anak manusia.
5.      Disiplin
Pendidikan adalah suatu proses, bersama proses itu anak tumbuh dan berkembang dalam belajar. Pendidik dengan sengaja mempengaruhi arah proses itu sesuai dengan tata nilai yang dianggap baik dan diterima serta berlaku dalam masyarakat. Kuat lemahnya pengaruh itu sangat bergantung pada tata disiplin yang ditetapkan dan dicontohkan oleh guru.

JAWABAN No. 3

A.    Kewajiban Kode etik profesi
1.      Guru berbakti membimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila.
2.      Guru memiliki dan melaksanakan kejujuranprofesional.
3.      Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan melakukan bimbingan danpembinaan.
4.      Guru menciptakan suasana sekolah sebaik-baiknya yang menunjang berhasilnya proses belajar-mengajar.
5.      Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat di sekitarnya untuk membina peran serta dan rasa tanggungjawab bersama terhadappendidikan.
6.      Guru secara pribadi dan bersama-sama mengembangkan dan meningkatkan mutu dan martabatprofesinya.
7.      Guru memelihara hubungan seprofesi, semangat kekeluargaan, dan kesetiakawanan sosial.
8.      Guru secara bersama-sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai sarana perjuangan dan pengabdian.
9.      Guru melaksanakan segala kebijakan Pemerintahdalam bidang pendidikan

JAWABAN No. 4
Tugas keprofesionalan, guru berkewajiban:
1.      Merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
2.      Meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi secara berkelanjutan sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
3.      Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar
4.      belakang keluarga, dan status sosial ekonomi peserta didik dalam pembelajaran.
5.      Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum, dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika, dan
6.      Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa.

UAS Sejarah Peradaban Islam


 

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
AL-MUSADDADIYAH GARUT
Jalan Mayor Syamsu No. 02 Tarogong Kidul Garut

 

Nama  : Abdul Mu’min                                                          Matkul            : SPI
NPM    : 14210004                                                                  Kelas/Smt        : PAI-A/III
 


1.      Sejarah munculnya dinasti Bani Umayyah dimulai pada saat terjadinya perang siffin yang mengakibatkan pertumpahan darah sesama kaum muslimin. Hal ini pada masa kekhalifahan Ali, Ali melihat keadaan demikian sehingga memaksa Ali berdamai dengan kaum yang bersengkongkol menglenser kursi kedudukan Ali dari kekhalifahan. Kaum itu adalah Mu’awiyah, dengan liciknya Mu’awiyah ia membuat perjanjian damai dengan syarat yang merugikan Ali dan termasuk memperpecah belahkan Islam. Setelah terbunuhnya Ali sehingga umat Islam membutuhkan pemimpin tapi kepemimpinan setelah Ali (khulafaur rasyidin) ini cara pemilihannya sudah berbeda dari cara pemilihan keempat khalifah. Pemimpin ini dengan cara di tunjuk dan ini merupakan langkah awal munculnya dinasti Bani Umayyah.
b. Masa keemasan dinasti Bani Umayyah adalah pada masa kepemimpinan kedua dari keturunan Mu’awiyah yakni pemerintahannya Abdul Malik mulai ada kesejahteraan pada masyarakat dan umat. Hingga pada kepemimpinan Walid kemajuan disegala bidang, dan perluasan wilayah yang ini merupakan kejayaan umat Islam dalam menyebarluaskan dakwah Rasul kepada seluruh umat penjuru timur dan barat (Indus dan Andalus)
c. Penyebab runtuhnya dinasti Bani Umayyah adalah kemunduran dinasti Bani Umayyah dimulai dengan gugurnya Umar bin Abdul Aziz, meskipun beliau orang yang taat beragama tetapi banyak fakor yang membuat runtuhnya dinasti Bani Umayyah. Salah satunya kurang ada dukungan dari Rakyat sendiri karena ada yang merasa dipojokkan dan terabaikan. Membuat gejolak kepemerintahan Umar ini dan pertempuran terakhir antara pasukan Abbasyiah yang dipimpin oleh Abu Muslim al-Khurasani dan pasukan Mu’awiyah terjadi di Irak. Tidak lama kemudian Damaskus jatuh ke tangan kekuasaan Bani Abbas
2.      a.Dinasti Aghlabiyah (184-296 H/800-909 M)
Dinasti Idrisiyah merupakan dinasti pertama pada masa pemerintahan Abbasiyah yang terpisah dari dunia Islam. Sebagimana telah dikemukakan bahwa Khalifah Harun Ar-Rasyid merasa terancam dengan hadirnya Dinassti Idrisiyah, kemudian ia mengirimkan Sulaiman bin Jarir untuk menjadi mata-mata dan berpura-pura menentang Daulah Abbasiyah.
Dengan daerah Tunisia dan Aljazair sebagai wilayah kekuasaanya, berdirilah Dinasti Aghlabiyah (800-909 M).[9]
Dinasti aghlabiyah didirikan oleh Ibrahim Ibn Aghlab Ibn Salim, seorang pejabat Khurasan dalam militer abbasiyah. Adanya dinati Aghlabiyah bermula dari penyerahan kekuasaan Khalifah Harun al-Rasyid kepada Ibrahim Ibn Aghlab atas provinsi Ifriqiyyah (Tunisi) dalam rangka  menghadapi dinasti Idrisiyah (berfaham Syi’ah yang memberontak pada Abbasiyah) yang semakin kuat. Ibrahim diberikan otonomi penuh untuk mengatur wilayah tersebut meski harus membayar pajak tahunan ke Baghdad sebesar 40.000 dinar. Ibrahim Ibn aghlab berhasil memadamkan gejolak Kharijiyyah Berber di wilayah mereka.
Secara periodic, dinasti Aghlabiyah ini dipimpin oleh 11 orang amir yaitu: Ibrahim 1 Ibn Aghlab (184-197 H/800-812 M), Abdullah 1 (197-201 H/812-917 M), Ziyadatullah Ibn Ibrahim (201-223 H/817-838 M), Abu Iqbal Ibn Ibrahim (223-226 H/838-841 M), Abu al-Abbas Muhammad (226-242 H/841-856 M), Abu Ibrahim ahmad (242-249 H/856-863 M) Ziyadatullah 11 Ibn Ahmad (249-250 H/863-864 M), Abul Gharaniq Muhammad 11 Ibn Ahmad (250-261 H/864-875 M), Ibrahim 11 Ibn Ahmad (261-289 H/875-902 M), Abu al-Abbas Abdullah 11 (289-290 H/902-903 M), dan Abu Mudhar Ziyadatullaj 111 (290-296 H/903-909 M)
Dinasti Aghlabiyah merupakan tonggak terpenting dalam konflik berkepanjangan antara Asia dan Eropa. Yang dipimpin oleh Ziyadatullah 1 ia mengirim sebuah ekspedisi untuk merebut pulau yang terdekat dari Tunisia yaitu Sicilia dari Byzantium pada tahun 217 H/827 M). ekspedisi itu dipimpin oleh panglima Asad Ibn Furat, dengan menyerahkan panglima laut yang terdiri dari 900 tentara berkuda dan 10.000 orang jalan kaki. Inilah ekspedisi laut terbesar dan juga merupakan peperangan akhir yang dipimpin panglima Asad bin Furad kemudian ia meninggal dalam pertempuran ini. Tujuan dari memperluas wilayah Sicilis yaitu untuk berijtihad melawan orang-orang kafir, sebab penguasa Aghlabiyah pertama harus meredakan oposisi internal di Ifriqiyyah yang dilakukan fuqoha Maliki di Qayrawan. Selain itu, ekspedis yang terpenting adalah menyebarnya peradaban islam hingga Eropa. Aspek yang menarik pada Dinasti Aghlabiyah adalah ekspedisi lautan yang menjelajahi pulau-pulau di laut Tengah dan pantai-pantai Eropa seperti pantai-pantai Italia selatan, Sardinia, Corsica, dan Alp. Malta direbut tahun 255 H/868 M.
Dalam bidang ekonomi mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi didukung oleh stabilitas pemerintahan yang mapan. Hasil-hasil pertanian seperti kurma, gandum, dan zaitun. Sector perindustrian pun telah berkembang seperti industri peralatan  dari besi yang digunakan untuk kapal laut dan senjata, industry kaca, dan industry tenun. Oleh karena itum Qayrawan merupakan pusat perdagangan selain sebagai pusat pemerintahan.
Pada akhir abad ke-9, posisi dinasti Aghlabiyah di Ifriqiyyah menjadi merosot. Factor penyebab mundurnya Aghlabiyah ini adalah :
1.      Hilangnya hakikat kedaulatan dimana ikatan-ikatan solidaritas sosial semakin luntur. Kedaulatan pada hakikatnya hanya dimiliki oleh mereka yang sanggup menguasai rakyat, memungut iuran Negara, dan mengirimkan angkatan bersenjata.
2.      Amir terakhir tergelam dalam kemewahan (berfoya-foya), dan seluruh pembesarnya tertarik pada Syi’ah.
3.      Propaganda Syi’I Abu ‘Abdullah, perintis Fathimiyah, Ubaidilah al-Mahdi, memiliki pengaruh yang kuat di kalangan Berber Ketama, yang akhirnya menimbulkan pemberontakan militer. Pada tahun 909, kekuatan militer Fatimiyah berhasil menggulingkan penguasa Aglabiyah yang terakhir, Ziyadatullah 111, diusir ke Mesir.[10]
b.Dinasti Fatimiyah (909-1171 M)
Dinasti fatimiyah merupakan pengejawantahan terlembaga sekte Syiah Islamiyah dalam realitas sejarah. Gerakan islamiyah terdiri dari kelompok syiah yang berpendapat bahwa Ismail Ibn Ja’far ash-Shadiq (w.765 M), bukannya Musa, yang berperan sebagai imam ketujuh menggantikan ayah mereka. Istilah dinasti Fatimiyah diambil dari nama Fatimah az-zahra, putra Nabi saw. Dan isstri Ali Ibn abi  Thalib melalui garis Ismail putra Ja’far ash-Shadiq. Pelekat dasar sekaligus pendiri dinasti ini adalah Ubaidillah al-Mahdi putra Husein Ibn Ahmad Ibn Abd Allah Ibn Muhammad Ibn Ismail Ibn Ja’far ash-Sahdiq. Lawan-lawannya dari sunni menyebut dinasti Ubadiyah, keturunan Ubaidillah al-mahdi. Menolak adanya hubungan dengan Ali.
Kemajuan yang dicapai pada bidang kebudayaan adalah didirikannya Masji al-Azhar yang berfungsi sebagai pusat pengkajian islam dan pusat pengembangan ilmu pengetahuan, yang dimanfaatkan oleh kelompok Syiah maupun Sunni. Untuk memajukan ilmu pengetahuan, khalifah mengundang para ahli diantaranya ahli matematika kenamaan Ibn Haytam al-Basri untuk mengunjungi Kairo. Selain itu, muncul ahli sejarah seperti Ibn Zulak, al-Musabbihi, al-Kuda’I, dan penulis kitab al-Dirayat, al-shabushi; pustakawan al-muhallabi; dan ahli geografi, Ibn al-Makmun al-Bata’ihi.
Khalifah dinasti fatimiyah beraliran syiah Islamiyah, naamun mayoritas rakyatnya tetap sunni dan menikmati sebagian besar kebebasan keagamaan mereka. Selama berkuasa dinasti ini dipimpin oleh 14 orang khalifah.
Pemerintah dinasti fatimiyah yang berlangsung 262 tahun, antar 297 H/909 M sampai 567 H/1171 M, pada akhirnya tidak dipertahankan lagi karena factor-faktor intem, sebagai penyebab dominan kemunduran khalifah fatimiyah. Adapun kehancuran dinasti fatimiyah diakibatkan adanya serangan yang dilakukan Nuruddin al-Zangki, penguasa Syiria, di bawah panglima Syirkuh yang dibantu keponakannya (Shalahuddin al-Ayyubi) mengalahkan tentara shalib tahun 564 H/1169 M. syirkuh menjadi wazir selama 2 bulan karena meninggal dunia dan jabatannya digantikan Shalaluddin al-Ayyubi. Tahun 567 H/1171 M, Shalaluddin al-ayyubi menghapuskan dinasti Fatimiyah atas desakan Baghdad dan menggantikannya denga dinasti Ayyubiyah yang berorientasi ke Baghdad
c.Ayyubiyyah atau Dinasti Ayyubiyyah 
Dinasti Muslim dari bangsa Kurdi yang menguasai Mesir, Suriah,Yaman (kecuali Pegunungan Utara), Diyar Bakr, Makkah, Hijaz dan Irak utara pada abad ke-12 dan 13. Ayyubiyyah juga dikenali sebagai Ayyubid  Ayoubites, Ayyoubites, Ayoubides atau Ayyoubides.
Dinasti Ayubiyyah didirikan oleh Salahuddin Al-Ayubbi yang bersama Shirkuh menaklukan Mesir untuk RajaZengiyyah Nuruddin dari Damaskus pada 1169. Nama ini berasal dari ayah Salahuddin, Najm ad-Din Ayyub. Pada tahun 1171, Salahuddin menggulingkan Khalifah Fatimiyyah terakhir. Ketika Nur ad-Din meninggal pada 1174, Salahuddin menyatakan perang terhadap anak lelaki muda Nuruddin, As-Salih Ismail, dan menguasai Damaskus. Ismail melarikan diri ke Aleppo, di mana ia terus berjuang melawan Salahuddin hingga terbunuh pada 1181. Setelah itu, Salahuddin mengambil alih kawasan pedalaman hingga seluruh Suriah, dan menakluki Jazirah di Irak Utara. Pencapaian terbesarnya adalah mengalahkan tentara salib dalam Pertempuran Hattin dan penaklukanBaitulmuqaddis pada 1187. Salahuddin meninggal pada 1193 setelah menandatangani perjanjian dengan Richard I dari Inggris yang memberi kawasan pesisir dari Ashkelon hingga Antiokhia kepada tentara salib.
Setelah kematian Salahuddin, anak lelakinya berebut pembagian kekaisaran, hingga pada 1200 adik Salahuddin,Al-Adil, berhasilmengambil alih atas seluruh kekaisaran. Proses yang sama terjadi pada kematian Al-Adil pada1218, dan pada anak lelakinya Al-Kamil yang meninggal pada 1238, tetapi Ayubiyyah tetap kuat. Pada 1250Turanshah, Sultan Mesir Ayubiyyah terakhir, telah dibunuh dan digantikkan oleh jenderal-budak Mamluknya Aibek, yang mendirikan Dinasti Bahri.
Ayyubiyyah terus menguasai Damaskus dan Aleppo hingga tahun 1260 ketika mereka dikuasai oleh Mongol dan setelah kekalahan mongol di Ain Jalut, seluruh Suriah jatuh ke Mamluk
3.      a. Perang salib
Perang salib adalah perang kaum Kristen yang menggunakan lambang salib
            b. Latar belakang terjadinya perang salib
karena orang keristen ketika berjiarah di kota suci yerusalem di ganggu bahkan ada yg di bunuh oleh kaum bani saljuk (turki)
            c. Hakikat dari perang salib
Bukan semata-mata perang agama saja tetapi yg pd intinya adalah perebutan wilayah
            d. Faktor-Faktor penyebab perang salib
penyebaba terjadinya : agama,politik,ekonomi dan ekonomi menjadi pemicu karena perebutan pelabuhan internasional
            e. Urutan perang salib
                        1.1025-1104 pada perang pertama islam mengalami kekalahan
                        2.1146-1148 pada perang kedua islam mengalami kemenangan
                        3.1188-1192 pada perang ketiga berakhir damai
                        4.1192-1204 pada perang keempat islam mengalami kekalahan
                        5.1217-1229 pada perang kelima islam mengalami kekalahan
                        6.1228-1229 pada perang keenam islam mengalami kemenangan
                        7.1249-1252 pada perang ketujuh islam mengalami kemenangan
                        8.1252-1270 pada perang kedelapan islam mengalami kemenangan
f. Hikmah perang salib
            tidak di anjurkan nya kekerasan di dlm agama yg berseteru
            dampak fositif :adanya yg memeluk islam
                dampak negative :mongol cina selatan tidak memiliki agama yg pasti

LOGO SMP-IT ALKHOIRIYYAH GARUT